Jumat, 23 Oktober 2015

21 Februari 2014

Bismillaah....


Jum'at ini penuh sukar kujalani hidup. Mulai dari bangun hingga detik ini belum pupus juga rasa sensitif itu. Berkaca pada debu dijalanan yang layak aku ambil hikmah. Sedari malam berlantun masih saja sensitif. akibatnya sungguh ironis. Aku cukup pintar merangkai kata, tapi tak bijak merangkai sikap. Didepan orang ku merasa kuat setegar batu karang..sedangkan didalam lubuk hati menjerit sekuat-kuatnya. Beban apakah ya Rabbi...

Aku mulai merasa adanya sikap kufur nikmat (astaghfirullaah)...bagaimana menjadikan episode dalam jum'at barokah bisa aku lewati jika masih sensitif ???
Aku ingin menjerit sekencang-kecangnya,,meluapkan emosi yang terpendam sudah 4 hari ini.  pada hati yang tersakiti maaf..jika ketus lisanku berucap. Pada wajah nan sayu penuh teduh ...maaf jika raut mukaku sinis tak berambisi dalam semangat jum'at ini.


Aku mulai muak akan cerita fiktif belaka tanpa realita. Aku bising dengan hiruk pikuk dunia yang tak gencarnya menuruti nafsu belaka. Aku inginkan tenang bersama hati yang rindu akan cinta kasihMu....Duhai Robbi...Izinkan aku menggantungkan asaku pada Mu hanya pada satu dzat yang kekal dan abadi.

PKS 3 besar ♥ )I(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar