Hati Yang Bocor :(
Bismillaah....
Ternyata menengok sejenak berandaku penuh dengan pic yang tak seharusnya terlihat.
Lest starting kakak...
Story With You ☺
Kak... Ternyata lagi-lagi sakit itu menghampiri dalam duduk ternyamanku kali ini.
Entahlah,,,
Bagaimana caranya aku menelusup masuk ke pikiran yang cenderung tak berego.
Masih ingat akan perbincangan denganmu malam itu...
Masih teringat jelas dalam benak dan sikap ini.
Semakin di rasa semakin tak hilang.
Aku faham dirinya tak begitu tau siapa diriku yang sebenarnya.
Aku coba belajar dari sikap ke kanak-kanakannya.
Aku pun tak berkecil hati belajar dari jailnya.
Aku belajar tentangnya, tentang seseorang yang mencoba masuk entah dari celah mana ia bisa masuk.
Pintu itu masih terkunci rapat kak,,,
Sangat Rapat...
Sehingganya tak ada ruang masuk.pengap kah ?
Butuhkah sedikrit celah ?
Tidak dengan adanya azzam yang tersimpan dalam lagit-langit ruangan itu.
Tidak peru aku takut bocornya membesar.
Aku sendiri sadar kekuranganku disisi saat ini belum terfokus padanya.
Hanya sekelumit niat itu.
Kak... Salahkah jika setiap massanya bahagia akan berujung tangis ?
Kak... Aku ingin mendesak dirinya untuk jujur, jujur dalam intensitas sikapnya
Tapi... Aku masih belum berani untuk mengungkapkannya.
Waktu seakan cepat berjalan.
Tahun depan aku tak di sana lagi kakak...
Iya aku faham benar sebenarnya Allaah menguji aku sendiri sesuai seberapa yakin terhadap skenarioNya
Aku belajar menghargai sikapnya aku ikuti caranya sehingga aku sendiri terbaur akan suasana yang menjijikkan itu.
Aku ingat ada seorang yang pernah menasihatiku..."AKtivis itu bukan melebur tapi membaur"
Picikkah diriku kakak sehingganya aku menyiksa hati ini.
Rabbii,,,aku benar-benar tak ingin menjalani sikap itu.
Melepasmu ceria bersama komunitasmu sedia kala adalah yang terbaik bukan ?
Jangan pernah membuka kembali percakapan denganku saat ini.
Aku cukup sudah merasa sakit di ulu hati.
Menyiksa batin itu sakitnya tak terlihat, tapi benar sakit yang terkenang.
Maaf kak... Aku belum bisa menjaga hati itu dari lembutnya sikap bocor.
Padahal ada seorang yang tengah menunggu kabar bahagiaku "IBU"
Iya.... lagi-lagi tentang beliau.
"seandainya kita nyata tak ku izinkan kau pergi dari rumah dek "
Kata- katamu sungguh masih tersimpan dalam memori kepalaku kakak...
Maka biarkan aku memilih diam dalam memperbaiki hati yang bocor ini.
Dengan segudang sibuk yang melupakannya.
Dengan segudang amanah,,tak lupa dengan segudang kreativitasku semula.
Ingatkan di kala aku butuh nasihat,,,
Dengar kan jikala deru derap itu muncul tanpa terduga...
Perlakukan aku sebagaimana dulu kita saing mensihatai dalam ukhuwahfillaah♥
#TrueStoryMyMonday
Natar, 24 Agustus 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar