Rabu, 16 Desember 2015

Mengosongkan Itu Lebih Baik ♥

Bismillaahirrahmaanirrahiim ♥

Arti kata kosong adalah tanpa isi. Ibarat suatu lingkaran yang tak ada titik ataupun molekul kecil lainnya. Bersih tanpa adanya tanda atau apalah itu. Menyiasatinya tidak mudah, walaupun bagaimanapun masih bersifat manusiawi. Adakalanya sedih mengundang, bahagia tak terhingga bahkan lupa akan sebaliknya rasa itu.
Nol jika ditulis dalam kaidah angka tak bernilai, tapi dimata jiwa didikan Rabbii sungguh besar nilainya. Bagaimana jika suatu hati tertidur dengan membawa noda kecil dalam hatinya, sedangkan ajal tiada yang menduga. ‪#‎Astaghfirullaah‬



Bagi diri yang dhoif ini banyak kata terlantun terkadang tanpa santun atau menyakiti sebongkah hati yang tidak peka akan kata yang terucap. Ada sikap yang terkadang tak searah dengan niat. Ada saja kesalahan dalam perilaku baik itu sayang, cinta, benci, sedih , tangis bahkan malu-maluin yang menilai. Manusiawi jika salah berulang terdapat dalam satu kata. Tidak dewasa pada umur yang terpaut diatas angka 2 ? Atau ingin adanya rasa manja yang menyelimuti gerak tutur kata kita .Saudariku, tidak mudah memang menjadi tangguh dalam episode hidup. Tapi tidak ada yang menyalahkan bahkan akan salah jika kita tidak mencoba tangguh.  


Sedikit rasa terselip bosan dengan jengah rutinitas yang berujung suatu hal yang biasa. Banyaknya fenomena yang membuat hati ini terketuk untuk menuliskan "pantaskah kita seperti itu ?". Banyaknya bumerang remaja yang salah dalam tindakan keras bahkan mencelakakan niat orangtua yang penuh kasih telah membesarkan, mendidik, menjaga, memberi cinta, bahkan korban waktu hingga jiwa mereka untuk kebaikna sikap kita. Coba telisik seberapa besar sudah peran kita sebagai generasi muslimah yang tangguh untuk mengosongkan pada setiap babnya dalam peristiwa yang kamuflase belaka ? Adanya virus yang mudah tertangkap akan syahwat yang penuh dosa dan tak sewajarnya kita tau.

Kosong bukan berati tak akan terisi, bukan juga akan terlupakan. Tapi lebih baik mengosongkan semuanya itu dalam hati kita. Mari kita pertangguh dalam dakwah nan berat jika kita merasa tidak kompak. Jika jalan dakwah ini yang terbaik maka, kenapa harus memilih yang sukar untuk mencicipi nikmat dan Rahmaat Allaah lalu memilh jalan yang dimurkainya. Notes penting bagi saudariku. Belum baik duhai saudariku diri ini lepas dari belenggu yang kian menancap hingga dasar hati. Tapi tetap pupuk hati dengan dzikir kepadanya serta ingatlah jika ajal datang kepada siapa kita kan berkeluh kesah dan meminta ampunanNya.

Mendekati pergantian tahun masehi bukan yang toleransi jika bagi diri muslim yang ingin kaffah menjadikan ISLAM sebagi pedoman mengucapkan apalagi mengirimkan kata-kata yang tak seharusya menjadi point negatif. Yupks,,,suadariku..kita fahami dkawah dan nikmati terjalnya dunia dengan kemelut hantu yang kian hari menggerogoti iman kita jika tidak di bangun pondasi baik dari iman, hati, jiwa bahkan harta kita,
Ubah segala perilaku yang bisa jadi itu mendapat point atas salahnya niat kita.
Sebisa mungkin kita tanpa noda atau celah sidikt pun menyakiti saudari maupun saudara kita. Kosongkan celah su'udzhon, ganti ia dengan husnudzhon yang beretika islam, berempati sebisa mungkin sesimpati kita pada yang membutuhkan bukan mengumbar rasa itu menjadikan ia murah dimata penikmat yang haram.

Untukmu saudariku dimana pun dirimu berada. Diri ini hanya mampu berbagi do'a yang terbaik agar kau faham dunia hanyalah persinggahan sementara akhirat lah kembali kita. 10 Baiah risalah taklim akan menjadikan kita tangguh dalam dakwah ‪#‎Aamiin‬


Untukmu Yang Istiqomah Dijalan Tadhhiyah
By, Ika


Bandar Lampung, 17 Desember 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar