Saling Menyalahkan
Bagi hati yang terasa sakit mungkin akan melerai dengan segudang alasan
tak pasti. Tanpa sadar bahwa diri sendiri telah salah. Memfaktakan yang
bukan real nyata, mengubah sketsa mata.
Pikirmu tak pernah berubah, dirinya selalu salah. Selalu saja keras
kepala. Selalu menyerukan kehendaknya. Tanpa sadar bahwa kamu juga
salah.
Sedangkan dirinya merasa tersakiti oleh sikapmu. Perubahan memuncak
keujung waktu. Tanpa jeda bahkan biaskan tawa. Korban pun sudah ada
Aku bingung antara kamu dan dirinya. Sama - sama aku sayangi dalam hati
yang sama. Tubuhku lemas memikirkan tentang kita. Seperti kapas terkena
air, layu dan tak berwarna.
Saat ini hanya do'a yang aku butuhkan, bukan saling menyalahkan.
Berhentilah untuk mendebatkan, bersatulah untuk mufakat dan
musyawarahkan.
Terkadang aku menjadi gersang akan sikap kalian. Kalian itu terlalu
kekanak - kanakan. Duuuh, sadar dong dengan yang kalian lahirkan. Masa
kami yang indah telah hilang demi keegoisan kalian.
Akan kah tetap saling menyalahkan ?
Rabbii, pintaku mohon hempaskan. Rasa yang salah sudah cukup menjadi pembelajaran. Kini bukan saatnya lagi saling menyalahkan.
Rabbii, pintaku mohon hempaskan. Rasa yang salah sudah cukup menjadi pembelajaran. Kini bukan saatnya lagi saling menyalahkan.
![]() |
| ♥StrongMyHeart♥ |
#6Desember2015
#MorningAtMyDormitory
#AfterCallingMyFatherAnd
#MyLovelyMother♥
#MorningAtMyDormitory
#AfterCallingMyFatherAnd
#MyLovelyMother♥

Tidak ada komentar:
Posting Komentar