Kamis, 17 Desember 2015

#‎PostTwentyOne‬


Belajar Dari Rasa Taqwa

Dering nyaring klakson berdering terlalu kencang. Mengupas makna pagi yang jarang gersang. Resah tak kunjung hilang. Menanti adanya keajaiban datang.

Gemuruh zikir penuhi kepala. Entah sadar atau hanya kosong belaka. Yang terbaik tentunya ada. Bukan fiksi atau dongeng nan tak nyata.

Sulit mendifinisikan kata. Hingga muara dairy pun usang tak tau kemana. Wahai diri yang punya banyak makna. Kamu itu belum saatnya merasa. Bahkan mungkin baru terlahir ke dunia fana.

Melepas tawa penuh makna. Ada sosok yang pasti sedang menanti. Entah itu untuk bersama atau sekedar berbagi cerita yang di lalui. Tak akan pernah aku meminta, karena pantang bagiku mendikte pinta.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar