Segudang tumpukan berkas itu terlihat layu
Seperti mata memandang dalam alunan tematik yang syahdu
Ada sesuatu yang memburu dengan waktu
Yaitu antara cinta dan ruang waktu yang tak pernah menyatu
Serpihan rindu kian berlari
Mengejar simpati yang kian terdefinisi
Perlu sebongkah kekuatan meniti langkah
Menyandar diri pada yang maha bijaksana
Lemah dan tak terbadaya semuanya
Tanpa do'a yang terucap dari lisan ibunda
Kekuatan itu mencampur aduk hingga otak mendera
Mampukah singgah dalam hati sang pujangga
Jika saja semua yang ada
Tak perlu dipinta
Maka dimana letaknya do'a
Esensi dari bahagia meraja
Itulah tanda bahwa do'a adalah pembuka
Untuk yang terlemah
Untuk yang tersakiti
Untuk yang dibawah
Dan untuk diri sendiri
Kuatkan dalam sebait pinta
Pinta yang lembut di hadapanNya
Mengeja rasa yang tercipta
Membuang emosi dalam kepala
Mengejar simpati yang kian terdefinisi
Perlu sebongkah kekuatan meniti langkah
Menyandar diri pada yang maha bijaksana
Lemah dan tak terbadaya semuanya
Tanpa do'a yang terucap dari lisan ibunda
Kekuatan itu mencampur aduk hingga otak mendera
Mampukah singgah dalam hati sang pujangga
Jika saja semua yang ada
Tak perlu dipinta
Maka dimana letaknya do'a
Esensi dari bahagia meraja
Itulah tanda bahwa do'a adalah pembuka
Untuk yang terlemah
Untuk yang tersakiti
Untuk yang dibawah
Dan untuk diri sendiri
Kuatkan dalam sebait pinta
Pinta yang lembut di hadapanNya
Mengeja rasa yang tercipta
Membuang emosi dalam kepala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar